Jumat, 10 Maret 2017

Umrah

Umrah (bahasa Arab: عمرة) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.
Pada istilah teknis syari'ah, Umrah berarti melaksanakan tawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.
Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.
Ketentuan
Syarat
Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji:
1.   Beragama Islam
2.   Baligh, dan berakal
3.   Merdeka
4.   Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan
5.   Ada mahram (khusus bagi wanita)
Rukun[
Rukun umrah adalah :
1.   Ihram, berniat untuk memulai umrah
2.   Thawaf
3.   Sai
Wajib
Adapun wajib umrah adalah:
1.   Melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat
2.   Bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut
·         Keterangan:
1.   Meninggalkan rukun, maka umrahnya tidak sempurna dan wajib diulangi
2.   Meninggalkan kewajiban, umrah tetap sah dan kesalahan tersebut (meninggalkan kewajiban) bisa ditutupi dengan DAM
3.   Bersetubuh sebelum tahallul maka wajib membayar seekor kambing
Jenis
Terdapat beberapa tipe umrah, yang umum adalah umrah yang digabungkan dengan pelaksanaan haji seperti pada haji tamattu, adapula umrah yang tidak terkait dengan haji.
1.   Umrah Mufradah
2.   Umrah Tamattu'
3.   Umrah Sunah
Tata cara
Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
1.   Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
2.   Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
3.   Niat umrah dalam hati, ketika sampai di miqot ( batas daerah tanah suci ) sholat sunah dua rokaat dan mengucapkan Labbaika Allahumma 'umrotan atau Labbaika Allahumma bi'umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika laka.
4.   Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
5.   Sesampai di ka'bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
6.   Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka'bah dijadikan berada di sebelah kiri.
7.   Salat 2 raka'at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada raka'at pertama dan Al-Ikhlas pada raka'at kedua.
8.   Sa'i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya'aairillah. Abda'u bima bada'allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa'dahu wa nasoro 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya.
9.   Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
10. Sa'i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
11. Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
12. Dengan demikian selesai sudah amalan umrah
Umrah dari Indonesia

Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, sekitar 80% penduduk Indonesia adalah muslim. Pada umumnya masyarakat muslim Indonesia melaksanakan umrah menuju Masjidil Haram di Arab Saudi melalui travel umrah atau sebuah perusahaan travel atau biro perjalanan yang khusus menyelenggarakan jasa perjalanan umrah yang banyak tersebar di Indonesia. Mereka menyediakan berbagai fasilitas yang memudahkan jamaah sehingga konsentrasi jamaah hanya pada pelaksanaan ibadah umrah saja di Masjidil Haram di Mekkah dan Madinah. Travel umrah bekerja sama dengan hotel di sekitar Masjidil Haram sehingga sangat memudahkan jamaah. Pada umumnya biro perjalanan umrah menetapkan beberapa paket umrah dan yang paling minimal adalah 9 hari perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi dan kembali ke Indonesia lagi.
Peningkatan jumlah jamaah umrah Indonesia

Pemerintah Arab Saudi melakukan pengurangan kuota haji Indonesia sebesar 20% karena adanya proyek perluasan Masjdil Haram. Pemotongan kuota haji itu berlaku selama pengerjaan mega proyek itu berlangsung yang diperkirakan maksimal rampung dalam 3 tahun atau sekitar tahun 2016 yang mengakibatkan banyak jamaah beralih untuk melakukan umrah dan haji plus. Selain itu, perkembangan ekonomi Indonesia yang relatif stabil juga turut berkontribusi dalam meningkatkan jumlah kelas menengah Muslim yang prospektif menjadi jamaah umrah tiap tahunnya.

Sumber : https://id.wikipedia. org/wiki/Umrah

Senin, 13 Februari 2017

Umroh First Travel – Pengalaman Galih & Cindy


Alhamdulillah, di bulan februari kemarin, saya dan istri bisa umroh bersama dengan keluarga. Rasanya senang banget.. karena kita berdua bisa dipanggil ke rumah Allah ini untuk yang kedua kalinya. Saya pertama kali datang untuk umroh di tahun 2012, sedangkan istri saya, pertama kali saat dia masih SMA.. kami menyebut perjalanan ini “holy-honeymoon” hehehe.. perjalanan ini akan jadi ajang refleksi diri dan berdoa sebanyak mungkin untuk keluarga kecil kami.. mudah-mudahan hidup kami bisa berkah dan memberikan keberkahan juga buat orang lain. List mimpi dan doa sudah kami susun sedemikian rupa, supaya tidak ada yan terlewat 🙂

Umroh dengan first travel ini juga menjadi pengalaman kedua buat saya. Diumroh yang pertama bersama adik.
Sebelum keberangkatan:
DSC_0001Tas, koper, quran, kamera, pakaian ihram, masker, universal charger, semua sudah kami siapkan dari seminggu sebelum keberangkatan. Biasakan cek kembali cek list dan pastikan semua yang kita bawa tidak berlebihan. Tipsnya adalah, sisakan space koper anda untuk oleh-oleh, atau simpan tas lain dalam tas/koper untuk keperluan oleh-oleh.. hehehe.. masukkan juga aplikasi quran atau mp3 murottal dalam hp anda, jadi saat waktu lenggang di sana bisa kita manfaatkan untuk berinteraksi dengan quran. Oiya, resleting koperku waktu itu bermasalah, akhirnya setelah dikonsultasikan, lebih baik di wrap saja, karena kalau kopernya beda, takutnya tidak terambil/terangkut oleh porter saat tiba di Saudi.
Buat yang wanita, pastikan siklus bulanan anda tidak berada pada saat rentang waktu di mekkah alias pas lagi umroh. Kebetulan siklus istri saya kalau dilihat dari history yang dia catat, tidak akan jatuh pas umroh namun memang mepet.. bismillah aja, mudah2an rada telat.. soalnya kalau minum obat, nanti katanya bisa mengganggu siklus berikutnya..
Keberangkatan:
DSC_0041Dengan semangat 45, kita pergi ke bandara sekitar jam 10 pagi. Alhasil sampai bandara kepagian.. hehehe.. tapi ga papa 🙂 kita bisa nyantai dulu.. pada hari itu, tercatat kurang lebih ada sekitar 300 orang yang berangkat dengan 3 maskapai berbeda. Grup kita sebanyak 90 orang berangkat dengan maskapai emirates. Saat tiba, kita briefing dulu di hotel bandara, sekaligus makan siang dan snacking. Selanjutnya adalah pembagian boarding pass.
DSC_0065Perjalanan di tempuh selama kurang lebih 7.5 jam. Selanjutnya Kami akan transit di Dubai sebentar untuk ganti pakaian ihram dan melanjutkan perjalanan ke Mekkah kurang lebih sekitar 2.5 jam.
Tiba di Mekkah:
Sebelum subuh, kami telah tiba di bandara King Abdul Azis Jeddah. Sampai disana, seperti biasa kami mengantri untuk cek imigrasi. Ini subhanallah banget deh ngantrinya. Kurang lebih kami mengantri sekitar 4 jam. Berdiri sambil ngantuk-ngantuk 4 jam! 4 jam sodara sodaraaaa….. yang bikin agak gemana gitu itu.. Petugas bandara imigrasinya yang pake ke kamar mandi dulu, ngantuk-ngantuk trus tidur bentar.. Zzzzz… Tapi, meskipun bagaimanapun juga, kita harus tetap sabar dan tegar menghadapi berbagai macam cobaan.. apalagi jika gambaran impian sudah ada didepan mata, maka halangan dan ujian seberat apapun, Insyallah pasti bisa kita lewati..Allahuakbar! (tsaaaaaah…)
10606142_10153050478374792_1066087437788908397_nSelanjutnya, kita sarapan di bus dan menuju ke hotel. Setelah sholat zuhur dan makan siang, kami akan melaksanakan umroh yang pertama. Suhu saat itu menunjukkan 41 derajat. Lumayan..
IMG-20150330-WA0026Masjidilharam saat ini sudah banyak berubah, kini masjidilharam sudah punya ring yang sangat dekat dengan kabah. Sebagian besar bangunan masjid sudah dipugar dan ditutup, sehingga kini terasa lebih sempit dan sesak, karena banyaknya jamaah. Debu juga lebih banyak karena aktifitas pemugaran masjid. Memang lebih tidak nyaman, tetapi.. tetap saja menyenangkan 🙂
Makanan yang disediakan cukup memuaskan. Hanya saja, kebersihan baik itu kamar, kamar mandi, dan ruang makan kurang terjaga.
IMG-20150330-WA0025Hari berikutnya, kita melakukan tour di sekitar kota Mekkah. Hari berikutnya kita melakukan umroh yang kedua sambil berkunjung ke peternakan unta di Hudaibiyah. Di umroh kedua ini, istriku merasa ada sesuatu yang aneh di perutnya. Seperti nyeri, tapi beda nyerinya katanya. Alhasil dia tidak kuat untuk melanjutkan sai. Keesokan harinya, saat kita tawaf wada atau tawaf perpisahan, saya mendorong kursi roda untuknya. Trus sholat, kemudian doa bersama di depan multazam.. (T_T) sedih rasanya meninggalkan Mekkah, Insyaallah kami kembali untuk menunaikan rukun islam yang ke 5 …Amiin..
Oiya.. disini saya ketemu sama bang Aad.. beliau ini senior saya di PPSDMS.. penulis dan blogger kece.. banyak tulisan beliau yang menang kompetisi.. katanya Beliau dapet umroh gratis dari kantornya.. woow.. Luar biasa yaa.. 🙂 seneng banget bisa ketemu beliau .. 🙂 di sini kita berdoa bersama supaya PPSDMS dan alumninya bisa terus berkontribusi untuk negeri 🙂
20150328_131152_2
Tiba di Madinah:
Kami pergi ke Madinah bada zuhur. Saat Maghrib, kami mampir di rest area. Dan seperti oase di tengah padang pasir (lebay..) kita menemukan soto ayam enak.. hehehe..
DSC_0284Alhamdulillah kami sampai juga di Madinah. Kota ini selalu ngangenin. Damai dan sejuk.. pas pagi sempat sekitar 13 an derajat.. yang agak sedikit kurang nyaman adalah ruang makan yang sangat sempit, tidak seimbang dengan jumlah jamaah yang tinggal di hotel tersebut. Saya melihat, management hotel di Saudi ini butuh improvement, terutama dari sisi pelayanan dan kebersihannya. Beda banget sama hotel-hotel di Indonesia atau Negara lain yang pernah saya kunjungi. Alhamdulillah jarak dengan masjid sangat dekat, jadi sangat convenience.. yang lebih menyenangkan buat yang suka belanja.. pas keluar pintu hotel aja, yang jualan udah rame..
DSC_0278DSC_0413Ibadah di masjid Nabawi ini sangat nyaman, sekarang, jika kita ingin masuk ke raudoh, maka kita dibatasi hanya sekitar 15 menit, kemudian berganti kloter lainnya. Jika kita ingin ke raudoh lagi, maka kita harus antri lagi untuk masuk. Hari berikutnya, kami city tour ke sekitar kota mekkah, kemudian di hari berikutnya, kami pergi ke Jeddah dan kembali pulang ke tanah air dengan selamat. Alhamdulillah.. perjalanan ini memberikan kami banyak pelajaran.. mudah-mudahan holy honeymoon ini jadi penyemangat kami untuk terus berkontribusi pada negeri. Over all, dengan harga yang terjangkau, first travel ini bisa jadi alternative pilihan buat anda untuk beribadah ke tanah suci. 
Sumber : nugrohogalih(dot)wordpress(dot)com

Rabu, 08 Februari 2017

Ribuan Jamaah Hadiri Manasik Umroh 2017 dan Dzikir Akbar

JAKARTA ( Realita) - Acara Manasik Umroh 2017 serta Dzikir Akbar yang berlangsung di Mesjid Istiqlal, Pejambon Jakarta Pusat hari ini, Minggu (6/11) diikuti oleh ribuan jemaah yang berasal dari berbagai wilayah di DKI serta dari luar Jakarta.

Acara yang berlangsung sejak pagi pukul 07.00 WIB ini dimaksudkan sebagai silaturahmi akbar, mengikat tali persaudaraan, berkomunikasi secara langsung dengan seluruh jamaah umroh first travel.

umat muslim yang mengikuti manasik umrah dan dzikir akbar 

Interaksi intens sejak dari tanah air kata pendiri First Travel, Andika Surahman, akan sangat berguna bagi sesama jamaah untuk saling membantu selama perjalanan ibadah umroh, baik ketika beribadah di Madinah maupun Mekah, bahkan hingga kepulangan ke tanah air.

Jamaah pada acara tersebut mendapatkan panduan manasik sebagai sarana pembekalan agar mereka bisa beribadah dengan baik dan benar. Disiapkan pula panduan tatacara pelaksanaan ibadah umroh sesuai dengan rukun-rukunnya, wajibnya, sunnah-sunnahnya melalui peragaan dan penjelasan yang akan diberikan pembimbing sebelum keberangkatan ke tanah suci hingga kembali ke tanah air. Bhs

http://realita.co/index.php?news=Ribuan-Jamaah-Hadiri-Manasik-Umroh-dan-Dzikir-Akbar~3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962bcf80459af63812af82dbbbadf87a739

40 Ribu Jamaah Ikuti Manasik Umrah First Travel

kabarumrahhaji.com – Sekitar 40 ribu calon jamaah umrah First Travel, Minggu (6/11), mengikuti kegiatan Manasik Umrah 2017 dan Dzikir Akbar yang digelar biro travel tersebut di Masjid Istiqlal, Jakarta. Mereka merupakan calon jamaah yang akan menunaikan ibadah umrah musim 1438 H/2017 yang pemberangkatannya mulai 16 November 2016 sampai Mei 2017.
Para jamaah yang berasal dari Jabotabek dan daerah ini sudah memadati kawasan Masjidil Istiqlal sejak pukul 06.00 WIB. Lalu lintas jalanan di seputar masjid terbesar di Asia Tenggara ini pun tersendat  karena membludaknya jamaah yang mengikuti kegiatan manasik.
Acara Manasik Umrah dan Dzikir Akbar dimulai dengan Pembaca Ayat Suci Al Qur’an  Ustadz Asep Al Hafidz, yang kemudian sambutanoleh Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Dr. KH Muzammil Basyuni serta Founder First Travel Andika Surachman Siregar.
manasik-ft1
Menjelang siang, calon jamaah yang memenuhi empat lantai Masjid Istiqlal ini mendapat materi bimbingan manasik umrah dari H. Mughiroh Subhan. Ustadz yang juga purnawirawan tentara ini menyampaikan soal rukun dan wajib umrah, serta larangan-larangan dalam umrah. Kepada para hadirin, Ustadz Subhan juga mempraktikan cara mengenakan pakaian ihram baik untuk jamaah lelaki maupun perempuan.
Setelah penyampaian materi manasik, para jamaah melakukan Dzikir & Do’a bersama yang dipimpin oleh Ustad  Muchtar Fatawi Al Hafidz. Menjelang dzuhur, acara Manasik Umrah dan Dzikir Akbar ini pun berakhir. (idn)
http://www.kabarumrahhaji.com/40-ribu-jamaah-ikuti-manasik-umrah-first-travel/

Penyelengara Umroh Berharap Arab Saudi Tinjau Kebijakan Biaya Visa


Jakarta – Pemerintah Arab Saudi diketahui telah merilis rencana untuk memberlakukan pengenaan biaya terhadap visa haji dan umrah.
Direktur First Travel, Andika Surachman, mengatakan, sebuah regulasi dibuat untuk ketertiban dengan tujuan kesejahteraan, kenyamanan, keadilan, dan sejenisnya.
“Itu prinsip dasar mengapa regulasi dibuat,” kata Andika, disela press confrence Manasik Umrah dan Dzikir Akbar First Travel, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (6/11).
Menurut Andika, kebijakan itu diharapkan tidak revolusioner. “Harapan kami, kebijakan visa berbayar rencana akan diterapkan tidak revolusioner, namun bertahap agar para penyelenggara juga dapat mengikuti. Seperti bermain musik, penyanyi akan lebih mudah mengikuti irama yang dimainkan,” kata dia.
Visa Diurus Melalui Asosiasi
Bukan hanya visa berbayar yang menjadi kejutan oleh para penyelenggara umrah dan haji khusus. Pengurusan visa umrah melalui asosiasi juga mendapat perhatian dari beberapa kalangan, seperti ormas Islam, KPPU, juga DPR RI. Bahkan DPR tidak mendukung hal ini karena akan menambah birokrasi pengurusan visa.
“Jika rencana itu berjalan dan disetujui oleh pemerintah melalui sebuah regulasi dalam hal ini Kementerian Agama sebagai orang tua kami, tentu kami sebagai anaknya tentu akan mematuhinya,” kata Andika.
Terkait visa berbayar dan visa diurus melalui asosiasi, lanjut dia, pihaknya akan menunggu keputusan dari Kementerian Agama.
“Tentu keputusan yang akan diambil nantinya akan bijak, santun dan bermartabat untuk kami para penyelenggara haji dan penyelenggara umrah, kita tunggulah bagaimananya,” kata Andika.
Dalam penginformasian rencana kebijakan visa berbayar, Andika merancang pemberitahuan kepada seluruh calon jamaah umrah.
“Peningkatan pelayanan jadi tujuan, itu sudah menjadi platform kami dalam memberikan pelayanan. Saya berjanji akan terus untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan layanan paket umrah promo travel kami. Paket untuk memberikan kesempatan seluasnya bagi umat yang berpenghasilan minim atau di bawah rata-rata dan sangat berniat ingin menunaikan ibadah umrah dengan harga yang terjangkau,” kata Andika.
Andika sangat yakin kekuatan managemen yang dia bangun dan sudah punya standar ISO serta dukungan dan doa seluruh calon jemaah umrah akan menjadi tonggak kuat untuk menopang janji itu.
“Kami yakin umat Islam memilih kami sebagai pilihan terbaik sebagai media untuk perjalanan penyelenggaraan umrah,” tambahnya.
Feriawan Hidayat/FER
BeritaSatu.com
http://mediakita.co.id/first-travel-sikapi-rencana-visa-berbayar/

First Travel Lebih Banyak Berangkatkan Jamaah Umrah Paket Promo

Media Release | Jakarta: Biro penyelenggara haji dan umrah First Travel, lebih banyak memberangkatkan jamaah umrah yang mengambil paket promo. Yakni sebanyak 50 persen dari total jamaah umrah.
”Sedangkan 35-40 persen adalah mereka yang mengambil paket reguler, dan sisanya paket VIP dan Umrah Plus,” ujar Presiden Direktur PT First Anugrah Karya Wisata (First Travel), Andika Surachman, dalam acara Manasik Umrah 2017 dan Dzikir Akbar di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (6/11).
Paket promo senilai Rp15 jutaan, lanjut Andika, merupakan salah satu paket yang jadi andalan First Travel. Dibanding paket reguler senilai Rp25 juta dan VIP sebesar Rp54 juta, tentu saja paket promo terbilang murah sehingga peminatnya membeludak.
”Melalui paket promo ini, kami ingin membantu masyarakat yang ingin sekali berangkat umrah namun dengan harga terjangkau. Meski terbilang murah, kami tetap menomorsatukan pelayanan,” ujar Andika.
Bicara soal pelayanan, Andika mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkannya dari tahun ke tahun. Jamaah yang terus membesar, harus disertai dengan pelayanan optimal.
”Kami selalu berusaha agar selalu dekat dengan jamaah layaknya keluarga. Sampai pulangpun komunikasi tetap kami jaga. Itu sebabnya jamaah kami terus berkembang hingga ke daerah-daerah, termasuk Papua,” tuturnya.
Saat ditanya soal target jamaah umrah yang berangkat pada 2017, Andika menjawab, ”Kurang lebih sama dengan tahun lalu, yakni 50.000 orang. Mudah-mudahan masih bisa bertambah.”
Andika menambahkan, gelombang pertama jamaah umrah 2017, akan berangkat pada 16 November 2016. Jumlahnya sebanyak 165 jamaah. (Inggrid)

http://www.media-release.info/first-travel-lebih-banyak-berangkatkan-jamaah-umrah-paket-promo/